Kamis, 03 Januari 2013

Tips Mengetahui Makanan Yang Berformalin

Formalin sejatinya adalah salah satu zat yang tidak layak digunakan untuk mengawetkan makanan, karena formalin adalah zat yang hanya boleh dipakai untuk mengawetkan mayat. Namun, sudah menjadi rahasia umum jika banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mencampurkan bahan makanan dengan formalin ini.

Anda tahu tidak kalau produk berformalin secara perlahan akan membunuh orang yang mengkonsumsinya. Terlebih, sebagian besar makanan tersebut mudah dijumpai dan bisa dikonsumsi masyarakat luas. Maka dari itu, ada baiknya mengenali ciri makanan berformalin sejak dini.
Beragam cara dilakukan untuk mengetahui apakah makanan itu berformali atau tidak. Ciri-ciri makanan berformalin secara sederhana dapat dikenali dengan tidak mudah rusak, tidak mudah basi atau busuk dalam beberapa hari dan teksturnya begitu kental. Selain itu, juga tak dihinggapi lalat.

Dan berikut ini adalah beberapa ciri makanan-makanan yang berformalin lebih detail:

Pada Ikan
1. Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu 25 derajat Celsius.
2. Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar.
3. Warna daging ikan putih bersih.
4. Bau menyengat, yaitu bau formalin.

Pada Tahu
1. Tidak rusak jika disimpan sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
2. Bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es
3. Tahu terlampau keras teksturnya, namun tidak padat
4. Bau agak menyengat, bau formalin

Pada Bakso
1. Tidak rusak sampai lima hari jika disimpan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
2. Teksturnya sangat kenyal
3. Aromanya/baunya menyengat terutama kalau sudah atau sedang dimasak

Mie
1. Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat Celsius)
2. Bau agak menyengat, bau formalin
3. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal

1 komentar: